Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan Baruna Jaya. Rencananya, kapal ini akan diisi oleh awak, teknisi, dan peneliti.
"Kami akan kerahkan satu kapal Baruna Jaya dengan kemampuan sinyal sonar kedalaman 2.500 meter dari permukaan laut," kata Ridwan saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinyal sonar disebut Ridwan dapat dikirim dengan mengandalkan gelombang suara bawah air. Sinyal pantulan sonar akan diterima kembali oleh pusat kontrol di kapal untuk mengukur jarak, lalu mengkonversi menjadi objek visual.
"Kami bisa menerima gambar bentuk suatu objek yang ada di bawah laut," jelas Ridwan. Kapal ini juga dapat mendeteksi material logam yang ada di dasar laut.
Baruna Jaya sejatinya adalah kapal untuk kegiatan riset batimetri atau memetakan permukaan laut. Ia juga biasa dimanfaatkan untuk melacak harta karun.
Menurut catatan, Baruna Jaya terlibat dalam pencarian pesawat Boeing 737 Adam Air penerbangan 574 di Sulawesi Tenggara pada 2007, pencarian kapal feri Bahuga Jaya di Selat Sunda pada tahun 2012, dan pencarian KM Gurita di Sabang pada 1996.