"BPPT sudah bergerak semalam dan sudah standby di Bojonegoro. Mereka meluncur ke lokasi setelah (lokasi) lautnya jelas," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, di Jakarta, Senin (29/12).
BPPT punya pengalaman serta teknologi sonar yang mumpuni untuk mencari puing-puing pesawat di dasar laut. Kapal Baruna Jaya 4 memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat, yaitu voice data recorder (VDR) dan flight data recorder (FDR).
"Kapal ini berpengalaman empat kali temukan berbagai hal di laut. Tahun 2007, pernah temukan bangkai kapal Adam Air di Selat Makassar," ujarnya.
Kemudian pada 2012 lalu, lanjut Indroyono, kapal ini juga berhasil temukan rangka jembatan dan mobil yang tenggelam dalam insiden di jembatan Kutai Kartanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bantuan dari kedua kapal canggih itu, Menko Kemaritiman juga meminta bantuan nelayan yang biasa mencari ikan di kordinat akhir pesawat QZ8501, untuk ikut menyisir. "Intinya siapaun kita minta bergerak, baik itu nelayan, polisi, Kementerian KKP, serta Bea dan Cukai,"tuturnya.
Total ada 16 kapal dan lima pesawat yang diterjunkan untuk mencari pesawat AirAsia QZ8501 itu. Itu termasuk bantuan beberapa kapal dari negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. (Baca: Hari Ini, 16 Kapal dan 5 Pesawat Cari AirAsia QZ5801)