CEO KHNP Cho Seok mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan siber dengan lebih kuat dan intensif. Namun ia tidak memberikan rincian bagaimana serangan ini terus berlanjut dan bagaimana perusahaan menanggapinya.
"Kita tidak bisa membiarkan serangan siber menghentikan operasi tenaga nuklir ini. Kami akan terus mengoperasikan pembangkit nuklir dengan aman terhadap permainan kotor, termasuk serangan siber," ujar Cho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Energi Korea Selatan juga menyatakan hal senada bahwa serangan peretasan ini tidak membahayakan keselamatan warga sekitar.
Korea Selatan mengoperasikan sebanyak 23 reaktor nuklir yang tersebar di beberapa daerah. Dalam serangan siber ini, tim investigasi tidak mengesampingkan kemungkinan serangan berasal dari Korea Utara walau sejauh ini belum ada bukti kuat.
Dalam penanganan aksi ini, pemerintah Korea Selatan bekerja sama dengan Tiongkok dan Amerika Serikat dalam melakukan penyelidikan.