Ridwan Djamaluddin, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam menjelaskan sejak kemarin kapal berteknologi canggih tersebut sudah melakukan pemindaian lokasi dengan Multibeam Echosounder yang mampu memindai hingga kedalaman laut 500 meter.
Ketika sedang melakukan survei, pada pukul 11.00 WIB Baruna Jaya menemukan jenazah laki-laki pada koordinat 03o 52.1072' S, 110o 35.1905' E. “Temuan ini dilaporkan oleh Anak Buah Kapal yang dipimpin oleh Kapten Ishak kepada kami yang memantau dari Jakarta. Selanjutnya, kami meneruskan laporan ini kepada Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo,” ujar Ridwan melalui siaran pers, dikutip Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada pukul 15.43 WIB, Baruna Jaya didekati oleh kapal perang Malaysia KD Lekir yang setelah dilakukan koordinasi kemudian menyerahkan jenazah temuan tersebut kepada kapal Malaysia untuk selanjutnya diserahkan kepada KRI Banda Aceh.
“Pukul 17.30 WIB, pencarian dihentikan karena cuaca semakin memburuk, angin kencang dan ketinggian gelombang 3–4 meter. Kegiatan akan dilanjutkan pagi ini dengan target lokasi yang dibuat berdasarkan model hidrodinamika daerah SAR. Model ini dibuat berdasarkan lokasi temuan obyek dan jenazah dibandingkan dengan waktu QZ8501 hilang kontak dan pola arus setempat,” jelasnya. (gen)