Film "The Interview" memang jadi pembicaraan di mana-mana lantaran ide cerita yang kontroversi. Kini, film itu sudah didistribusikan, kecuali wilayah Korea Utara.
Sang-hak yang juga seorang pemimpin organisasi Fighters for Free North Korea (FFNK) akan menggunakan balon untuk meluncurkan salinan film itu dalam bentuk DVD dan flash drive dari Korea Selatan ke Korea Utara pada akhir Januari nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepemimpinan mutlak Korea Utara akan runtuh jika pengidolaan terhadap pemimpin Kim Jong-Un rusak," ujar Sang-hak.
Belum diketahui akan seberapa besar pengaruh rencana Sang-hak itu terhadap reaksi warga Korea Utara nantinya jika menonton "The Interview".
Diketahui walau negaranya terisolasi, banyak warga Korea Utara yang memiliki komputer dan pemutar DVD.
Film ini juga jadi pemicu peretasan sistem komputer Sony Pictures Entertainment, yang memproduksi The Interview, pada 24 November lalu. Sistem Sony mengalami kerusakan yang membuat karyawan bekerja dengan pena dan kertas karena tak bisa mengakses email.
Film yang dibintangi oleh James Franco dan Seth Rogen itu menceritakan dua jurnalis yang direkrut oleh CIA dengan misi membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, setelah ia memberikan kesempatan wawancara pada dua jurnalis tersebut. (adt/eno)