Untuk menemukan Black Box tidaklah mudah. Karena biasanya terkubur dalam di bawah laut yang diselimuti lumpur, atau bagian pesawat yang pecah.
Sejumlah teknologi canggih dikerahkan, termasuk mengirim sebuah kapal dengan perlengkapan khusus untuk mencari lokasi 'si kotak hitam'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, sonar multibeam echosounder untuk memetakan permukaan di dasar laut. Kedua, Side Scan Sonar yang mirip dengan Multi Beam Echo Sonar. Lalu ada alat lain bernama Megato Meter atau alat deteksi logam.
Pinger locator adalah alat mungil untuk mengirimkan sinyal sonar kepada Black Box. Jika diterima, sinyal tersebut akan dikirimkan balik lengkap dengan informasi keberadaan kotak hitam tersebut. Alat ini juga dipakai untuk mencari Malaysia Airlanes yang hilang Maret 2014 lalu.
Pinger locator beroperasi di bawah laut, dan biasanya alat ini ditempelkan pada sebuah robot tanpa awak yang dikendalikan secara nirkabel dari kapal. Alat ini juga juga puanya kemampuan luar biasa karena dibekali pemancar sonat yang sanggup menjangkau hingga kedalaman enam ribu meter lebih.
Selain pinger locator milik kapal Baruna Jaya I, Singapura juga mengirim kapal RSS Kallang yang dibekali radar berbasis sonar terdapat di lambungnya. kapal ini juga dilengkapi dengan Thales Underwater System TSM-2022 MkIII, yang bisa mendeteksi kapal selam dan bangkai pesawat.
(eno)