Palm bisa dibilang salah satu legenda dalam industri ponsel pintar dan Personal Digital Assistant (PDA). Sistem operasi ini diakuisisi HP pada 2010 lalu dengan nilai transaksi US$ 1,2 miliar.
Setahun setelah dibeli, Palm akhirnya dimatikan. HP kemudian mengembangkan WebOS yang disebut-sebut penyempurnaan dari sistem operasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disambangi CNN Indonesia, Senin (5/1), situs tersebut tak menampilkan banyak informasi kecuali logo baru Palm. Ada keterangan tertulis "Coming Soon" dan "Smart Move" di bawah logonya.
Siapa kah Wide Progress Global Limited? Tidak ada yang tahu pasti. Akan tetapi, beredar spekulasi bahwa nama tersebut dicantumkan untuk menyembunyikan si pembeli asli sistem operasi Palm, yakni Alcatel One Touch.
Nama Alcatel One Touch muncul bukan tanpa alasan. Pertama, orang yang menandatangani perjanjian tersebut adalah Nicolas Zibell, pria yang saat ini menjabat sebagai President America and Pacific di Alcatel One Touch.
Kemudian bukti lain yang menguatkan dugaan tersebut adalah tagline ‘Smart Move’ yang muncul pada situs mynewpalm.com. Itu merupakan slogan yang selama ini dipakai Alcatel One Touch.
Alcatel One Touch sendiri adalah perusahaan patungan dari Alcatel-Lucent (perusahaan telekomunikasi Perancis) dengan TCL Communication, raksasa asal Tiongkok yang saat ini menduduki peringkat 25 produsen elektronik terbesar dunia.
TCL Communication saat ini sedang mempersiapkan acara besar di sela-sela Consumer Electronics Show 2015, di acara ini pula kabarnya akan diumumkan soal akuisisi Palm secara resmi. (adt/eno)