"Merek Axis akan tetap ada. Kemungkinan besar merek tidak di-merge," ujar Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL Axiata dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/1).
Pada akhir 2014 lalu, perusahaan telah menyelesaikan integrasi sistem di balik layar Axis dengan sistem XL. Sistem itu termasuk layanan, infrastruktur, pembayaran, tagihan, promosi, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di daerah yang menjadi basis pelanggan Axis, XL akan mempromosikan merek dan layanan Axis lebih gencar dibandingkan daerah lain.
XL mengantongi sumber daya frekuensi lebih banyak setelah mengakuisisi Axis. Sekarang, XL memiliki sumber daya frekuensi seluas 15 MHz di spektrum 2.100 MHz, lalu 22,5 MHz di spektrum 1.800 MHz, dan 7,5 MHz di 900 MHz.
Saat ini, spektrum 900 MHz dimanfaatkan untuk menggelar jaringan 4G LTE. Perusahaan berharap pemerintah membuka akses pemanfaatan teknologi netral di 1.800 MHz untuk memperkuat layanan 4G LTE.
(eno/eno)