Berdasarkan data dari Google, tercatat kurang dari 0,1 persen perangkat Android yang menggunakan Lollipop. Angka ini berbeda jauh dengan Android 4.4 (Kitkat) yang meraih 1,1 persen pangsa pasar dalam jangka waktu satu minggu setelah diluncurkan.
Untuk saat ini, Kitkat masih menguasai sistem operasi Android dengan meraih 39,1 persen pangsa pasar. Posisi kedua ditempati oleh Android 4.2 dengan raihan 20,3 persen, lalu Android 4.1 dengan angka 19,2 persen serta Android 4.3 dengan 6,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari ZDnet, penyebab lambannya pertumbuhan Lollipop di pasar dunia dikarenakan sejumlah masalah yang menyambangi sistem operasi ini. Para pengguna yang melakukan pembaruan pada perangkat mereka melaporkan bahwa kinerja perangkatnya cenderung menurun ketika Lollipop terpasang.
Semua masalah ini membuat pengguna tetap menunggu hingga versi terbaik dirilis oleh Google. Sehingga, hal ini menyebabkan persentase penggunaan Android 5.0 Lollipop masih sangat sedikit.
Android Lollipop diperkenalkan pada bulan Juni 2014 lalu dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O, namun kala itu Google masih menyebutnya dengan Android L. Nama Lollipop sendiri baru diungkap Google pada Oktober lalu.
Perangkat pertama yang mengadopsi sistem operasi ini adalah ponsel pintar Nexus 6 yang diproduksi oleh Motorola dan tablet Nexus 9 yang diproduksi oleh HTC asal Taiwan. (adt/adt)