The Future of Life Institute, lembaga yang paling kontra terhadap kecerdasan buatan, meminta para pakar yang terlibat dalam sistem tersebut untuk menandatangai surat damai.
Surat yang isisnya janji untuk mengamankan, mengkoordinasikan, dan mengkomunikasikan teknologi ini dengan hati-hati agar tidak tumbuh di luar kendali manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini surat terbuka itu sudah disepakai oleh pakar AI seperti pendiri Deep Mind, perusahaan AI asal Inggris yang dibeli Google. Lalu ada juga tim pengembang komputer pintar IBM Watsom dan divisi riset Microsoft. Daftar selengkapanya bisa dilihat pada tautan berikut ini.
Ia mengkritik bahwa para ahli kurang mengeskplor mengenai cara perlindungan manusia dari resiko kecerdasan buatan.
Lihat juga:Kecerdasan Buatan jadi Tren Baru 2015 |
Bukan hanya Hawking. Elon Musk, pendiri perusahaan teknologi Tesla dan SpaceX berkomentar bahwa kecerdasan buatan yang semakin berkembang terus mengancam eksistensi manusia. Bahkan, ia meyakini bahwa kecerdasan buatan dapat digunakan untuk memanggil setan.
"Cerita tentang laki-laki menggunakan pentagram dan air suci guna mengendalikan setan tak kunjung berhasil, maka AI bisa digunakan untuk memanggil setan," ujarnya.
Lihat juga:Kecerdasan Buatan Dapat Memanggil Setan? |
Bahkan, seorang Professor Matematika bernama Vemor Vinge pernah menuliskan dalam sebuah artikel, "Dalam kurun waktu 30 tahun, manusia akan punya teknologi yang diciptakan untuk kecerdasan super. Tidak lama kemudian, era manusia akan berakhir,"
(eno)