Nike seakan ingin menyesuaikan tahun peluncuran sepatu canggih ini seperti alur cerita film tersebut. Seperti diketahui, Back to the Future Part II memberi gambaran perkembangan teknologi yang terjadi di tahun 2015.
Sang desainer, Tinker Hatfield, adalah orang yang merancang Nike Mag untuk properti "Back to the Future Part II".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan paten Nike, Power Laces dibekali dengan mesin di dalam sol sepatu yang bisa merasakan berat badan dan mengencangkan tali sepatu ketika pengguna memasukan kakinya ke dalam sepatu.
Sebelumnya, tahun 2011 lalu replika Nike Mag dilelang secara online untuk pendanaan penelitian penyakit Parkinson yang diprakarsai oleh Michael J. Fox Foundation.
Kala itu, Nike berhasil menjual sebanyak 1.500 pasang sepatu dalam kurun waktu 10 hari dan menghasilkan US$ 5,6 juta.
Michael J. Fox sendiri adalah aktor yang juga bermain di trilogi "Back to the Future".
(adt)