Robot itu mulai diuji di Hawaii. Ilmuwan JPL mengirimkan VolcanoBot 1 ke rekahan yang tak aktif di Kilauea, gunung berapi yang masih aktif sampai kini.
Carolyn Parcheta (Dok. NASA/JPL-Caltech) |
Tim itu berpikir, dengan memetakan rekahan-rekahan bawah tanah di gunung api, mereka bisa menciptakan peta rekahan secara 3D, sesuatu yang selama ini hanya perkiraan saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VolcanoBot 1 adalah robot beroda dua yang memiliki panjang sekitar 30 cm dan tingginya sekitar 17 cm. Meski mungil, robot ini mampu mengirimkan informasi mengenai rekahan yang pernah memuntahkan magma ke permukaan Bumi.
Pada Maret mendatang, VolcanoBot 2 akan didorong masuk lebih dalam ke perut Kilauea. Robot ini berukuran lebih kecil dan lebih enteng.
Pemahaman soal gunung api di Bumi ini rupanya diharapkan dapat menjadi bekal bagi NASA untuk mengeksplorasi planet atau Bulan di ruang angkasa, yang diperkirakan memiliki gunung-gunung vulkanis.
Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa mengeksplorasi bagian-bagian vulkanis itu. “Bekerja dengan Carolyn, kami mencoba menjembatani ketidaktahuan itu dengan memakai gunung-gunung api di Bumi sebagai praktek,” kata Aaron Parness, penasihat Parcheta.
(ded/ded)
Carolyn Parcheta (Dok. NASA/JPL-Caltech)