Serangan yang terjadi Selasa (13/1) itu dilakukan peretas dengan mengubah tampilan web (deface) salah satu sub domain Lazada Indonesia, bukan di halaman utama.
Serangan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap bisnis Lazada Indonesia. Layananan mereka tidak tertanggu, dan tidak ada data yang berhasil dicuri peretas. (Baca: Hacker Jahili Situs Lazada Indonesia)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia masuk lewat server yang tidak kami pakai, itu server lama dan ada di kantor di Jakarta. Terpisah dengan server Lazada.co.id yang ada di Hong Kong," tambah Andry kepada CNN Indonesia, Selasa (13/1).
"Servernya mau kami matikan saja, karena itu memang sudah tidak terpakai kok," jelas Andry.
Sebelumnya, salah satu halaman promosi Lazada Indonesia dirusak. Ketika diretas, halaman ini menampilkan gambar kartun sosok monster yang sedang tersenyum dengan latar belakang hitam.
Di sana juga terdapat keterangan teks "Tidak ada unsur menjatuhkan, politic, dll cuman ngetest doang kok, no backdoor just nitip file Peace.... Lazada Got pwnz ??? lolz."
Peretas juga meninggalkan identitas yang nampaknya adalah nama alias, seperti "SultanHaikal, d3b~X, Index Php, Coup De Grace, Brian Kamikaze, dan Mdn_Newbie."
(eno)