Tak hanya soal aplikasi baru, pertumbuhan komunitas pengembangnya juga telah mengalahkan Apple selama tiga tahun berturut-turut. Diketahui kini aplikasi distribusi pada Google Play mencapai 388 ribu dari pengembang yang berbeda.
Laporan yang berasal dari appFigures itu mencatat pertumbuhan pada Google Play terjadi saat pertengahan akhir 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, perkembangan aplikasi dilaporkan memang sedang memuncak, dengan tiga layanan toko aplikasi yang mengalami pertumbuhan -- Apple App Store, Google Play, Amazon -- lebih dari 50 persen pada 2014.
Sejauh ini, Google Play menyediakan total aplikasi yang lebih banyak dari Apple, masing-masing meraih 1,43 juta dan 1,21 juta aplikasi. Sementara Amazon menduduki posisi ketiga dengan jumlah total 293 ribu aplikasi.
Melansir laporan situs TechCrunch, perbedaan antara Apple dan Google yaitu cara keduanya mengelola pasar aplikasi mobile.
Apple seperti yang diketahui, terkenal cukup ketat dalam menyaring aplikasi yang akan ditampil. Keamanan memang terjamin, tapi waktu yang dibutuhkan sampai aplikasi siap tayang juga memakan waktu.
Sementara hal itu tidak dialami oleh para developer di Play Store. Filtering aplikasi memang ada, tapi tidak seribet dan memakan waktu seperti toko aplikasi milik Apple tersebut.
(eno/eno)