Laporan ini merupakan penelitian dari sebuah tim internasional yang terdiri atas 18 ahli untuk memperluas penelitian sebelumnya pada 2009 lalu. Penebangan hutan, polusi dari nitrogen dan fosfor dalam pupuk, disebut sebagai tanda bahaya.
Dalam penelitian ini, disebut ada empat batas hal yang telah menjadi pertanda bahaya, yaitu perubahan iklim, spesies punah, perubahan penggunaan lahan, dan solusi pupuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Totalnya, para ahli meneliti sembilan batas hal yang berpotensi merusak Bumi. Para ahli mengatakan penggunaan air tawar, pengasaman laut, dan penipisan ozon, dinilai masih dalam batas aman. Hal lainnya, termasuk tingkat polusi udara, belum dikaji dengan baik.
Menurut penelitian, konsentrasi karbon dioksida, gas rumah kaca, telah meningkat sekitar 397 bagian per juta di atmosfer, di atas 350 ppm yang menurut para ahli telah melewati batas aman.
Sementara tingkat kepunahan hewan dan tumbuhan, yang disebabkan karena polusi deforestasi, mencapai 10 sampai 100 kali lebih tinggi dari batas aman.
Tantangan dunia atas pemanasan global akan kembali didiskusikan dalam sebuah konferensi di Paris pada Desember 2015. Sekitar 200 negara akan terlibat dalam konferensi untuk membatasi pemanasan global, dan segera beralih ke energi terbarukan.
Mereka juga akan mendiskusikan solusi untuk mencegah banjir, kekeringan, kenaikan air laut, serta emisi gas rumah kaca. (adt)