Dikutip dari Reuters, seorang mantan pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa NSA memasuki jaringan internet Korea Utara dengan bantuan beberapa negara sekutunya termasuk Korea Selatan.
Menurut sumber, AS dapat menembus sistem keamanan Korea Utara dengan bantuan Korea Selatan setelah berhasil menyadap jaringan Tiongkok yang menghubungkan Korea Utara dengan dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhirnya aktivitas inilah yang meyakinkan AS bahwa Korea Utara menjadi dalang di balik aksi peretasan Sony Pictures. Meski pun begitu, Korea Utara tidak mengakui dan mengatakan hal tersebut adalah sebuah fitnah.
Dalam penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh Federal Boreau of Investigation (FBI), terdapat beberapa bukti yang menunjukan Korea Utara adalah pelakunya dari struktur peranti lunak berbahaya yang menginfeksi jaringan Sony Pictures.
Dalam struktur perangkat lunak berbahaya (malware) ini terdapat kesamaan dengan struktur pada serangan Korea Utara sebelumnya. Malware ini juga dibuat dengan bahasa pemrograman yang identik dengan Korea Utara.
(eno/eno)