Selain AIA, ada dua instrumen lain di SDO, yaitu: Helioseismic Magnetic Imager dan Extreme Ultraviolet Variability Experiment. Dari ketiganya, SDO mengirimkan 1,5 terabita data setiap hari. Setengahnya dari AIA. Saban hari dia memproduksi 57.600 foto mendetail dari Matahari. Segalanya direkam, mulai dari tarian material sang surya sampai letusan yang disebut Corona.
SDO diluncurkan pada 11 Februari 2010. Para ilmuwan menelisik misteri Corona, yang panasnya bisa mencapai 1.000 kali lebih panas ketimbang permukaan Matahari. Atau tentang penyebab badai besar yang menimbulkan kobaran besar di Matahari. Juga tentang mengapa medan magnet Matahari bergerak secara konstan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Matahari dalam sekeping foto. Area gelap di bagian bawah dan atas gambar Matahari ini adalah apa yang disebut sebagai lubang-lubang Corona. Ini adalah arena yang gasnya kurang padat dan material surya mengalir menjauh dari Matahari. (Dok. NASA/SDO/AIA/LMSAL) |
(ded/ded)
Matahari dalam sekeping foto. Area gelap di bagian bawah dan atas gambar Matahari ini adalah apa yang disebut sebagai lubang-lubang Corona. Ini adalah arena yang gasnya kurang padat dan material surya mengalir menjauh dari Matahari. (Dok. NASA/SDO/AIA/LMSAL)