Dibantu oleh sejumlah organisasi lingkungan, satelit ini dinamai proyek Eyes on the Sea. SAC juga menyediakan ruang virtual untuk para pakar agar mereka bisa melihat bagaimana cara satelit ini bekerja di dalam air sekitar Easter Island, teritori Chili, dan sebelah barat Palau di kepulauan Pasifik.
Area tersebut tidak memiliki sumber pemantauan yang memadai terkait pencurian ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satelit ini menggunakan teknologi yang bisa menganalisis sejumlah sumber dari data pantauan satelit secara langsung, mampu memantau informasi mengenai kapal laut yang terdaftar serta sejarah kepemilikan kapal.
"Kami ingin mengidentifikasi pelaku dan menahannya, hitung-hitung membantu penegakan hukum dengan biaya yang efektif," dia menambahkan.
Menurut PCT, para nelayan ilegal bisa menghasilkan US$ 23,5 miliar per tahun dari tangkapannya. Mereka sering beroperasi di berbagai area yang mereka pikir aman dari pantauan.
SAC dan mitra organisasi lingkungan berencana untuk melebarkan area pantauan ke negara lain dalam kurun waktu tiga tahun.
Presiden Palau, Tommy E. Remengesau Jr. mengatakan negaranya kini sudah bisa mengidentifikasi kapal yang mencurigakan di zona maritimnya dengan bantuan satelit ini.
Di beberapa daerah lain, sebanyak 40 persen dari total tangkapan ikan diduga merupakan hasil ilegal. (adt)