Dari laporan situs teknologi The Verge, polisi lokal di AS yakin bahwa fitur Waze yang memperlihatkan aktivitas para polisi pada peta, berbahaya di masa depan. Menurut mereka, hanya tinggal menunggu waktu aplikasi Waze dijadikan alat kriminal dan berpotensi mengganggu ketahanan hukum di kepolisian.
Salah satu polisi bernama Mike Brown dari wilayah Bedford, Virginia, berargumen mengenai penggunaan Waze yang mampu berbagi informasi keberadaan polisi sehingga memicu tindak penguntitan polisi (police stalker).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, semua argumen yang dilontarkan oleh pihak kepolisian AS masih sebatas hipotesis. Belum ada korelasi antara aplikasi Waze dengan serangan yang menimpa polisi.
Namun, kepala kepolisian Los Angeles Charlie Beck mengungkapkan Waze memiliki andil dalam peristiwa penembakan dua polisi di New York pada 20 Desember lalu.
Pada akun Instagram pelaku penembakan, terlihat ia memperlihatkan screenshot aplikasi Waze serta ancaman kepada polisi.
Tahun lalu, Departemen Transportasi AS mengajukan rancangan UU ke Kongres mengenai pembatasan pada aplikasi navigasi apabila terbukti membahayakan keamanan jalan. Ajuan tersebut lebih mengacu kepada para pengemudi kendaraan yang bermasalah, namun diyakini bisa juga menjadi sebuah upaya aspek lain.
Ketua Pusat Demokrasi dan Teknologi AS, Nuala O'Connor, menilai Waze melakukan pelanggaran privasi dua arah karena memperlihatkan lokasi pengguna serta memperlihatkan lokasi para pengguna yang sebenarnya bisa dilihat oleh polisi. (adt/eno)