Walau laporan keuangan kuartal empat 2014 lalu menunjukan peningkatan mengagumkan, Chief Financial Officer Google, Patrick Pichette mengaku tidak terlalu optimis mengenai masa depan kacamata pintar Google Glass.
"Saat semua tim tidak mampu atasi rintangan namun merasa masih banyak harapan, kami meminta mereka untuk berhenti sejenak untuk istirahat dan mengatur ulang strategi. Dalam hal ini contohnya adalah persoalan Glass," ujar Pichette, mengutip laporan TechCrunch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda sudah melihat kami telah lakukan hal ini beberapa kali," sambung Pichette.
Program Explorer diluncurkan di Amerika Serikat pada 2013, lalu diperluas ke Inggris pada 2014. Walau begitu, Google masih mendorong para pengembang untuk tetap berkreasi.
Google baru saja mengumumkan keuntungan yang berhasil diraih senilai US$ 18,1 miliar pada kuartal terakhir 2014, meningkat dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai angka US$ 16,86 miliar. Hal ini membuat Google mendapatkan kenaikan laba bersih hingga 40 persen dari tahun lalu.
(eno)