Desain prosesor baru itu diberi nama Cortex-A72 yang menggunakan arsitektur dasar ARM. Desain ini akan dilisensikan ARM Holdings kepada para pembuat prosesor besar seperti Qualcomm, MediaTek, Texas Instruments, Marvell, hingga Samsung dan Apple yang juga memakai arsitektur dasar ARM untuk produk ponsel dan tablet.
Nandan Nayampallu, Wakil Presiden Pemasaran ARM Holdings, berkata bahwa Cortex-A72 memiliki kinerja 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan desain yang diluncurkan pada 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah prosesor, menurut Nandan, harus dapat menangani panggilan transfer data dari ponsel atau tablet menuju pusat data dari layanan internet.
Para investor di ARM Holdings mengkhawatirkan harga lisensi arsitektur dasar prosesor yang semakin murah karena dorongan permintaan dari pasar Tiongkok di mana banyak produsen yang menjual perangkat di bahwa harga US$ 200. Sementara itu, di Amerika Serikat masih banyak perangkat yang dijual seharga US$ 600.
ARM Holdings merupakan singkatan dari Advanced RISC Machines Holdings, yang berbasis di Cambridge, Inggris.
Perusahaan ini berdiri pada 1990 yang mulanya adalah perusahaan patungan antara Acorn Computers, Apple, dan VLSI Technology. Ia lantas berganti nama menjadi ARM Holdings pada 1998.
Selama ini, arsitektur dasar ARM dikenal memiliki performa baik dan irit daya untuk perangkat mobile. Mereka juga merancang prosesor untuk televisi, konsol game, hingga alat pacu detak jantung. (adt/eno)