David Kartono, CEO Seluler Group selaku pemegang merek Nexian, mengatakan bahwa Journey 1 merupakan komitmen perusahaan untuk bangkit. "Ini adalah awal. Kami sedang menyiapkan beberapa produk lain yang juga akan dijual di India," ujar David dalam jumpa pers di Jakarta.
Kesempatan Nexian menjual produk di India dimungkinkan berkat hubungan mereka dengan Spice i2i, kelompok bisnis telekomunikasi asal India. Pada 2011, Spice i2i membeli sebagian besar saham Grup Affinity yang menaungi Selular Group dan Nexian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Android One sendiri merupakan program ponsel pintar harga terjangkau dari Google dengan menggandeng mitra lokal di pasar negara berkembang.
Google terlibat aktif dalam menentukan spesifikasi peranti keras. Mereka menyediakan beberapa rekomendasi spesifikasi peranti keras pada ponsel Android One untuk memastikan peranti lunak berjalan maksimal.
"Google ingin pengguna ponsel Android One mendapatkan pengalaman terbaik. Jadi mereka mengawasi sangat ketat," ujar David.
Journey 1 dirancang dengan layar berukuran 4,5 inci jenis FWVGA. Urusan peranti keras, ponsel ini memakai prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.
Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 (Lollipop) yang dijanjikan akan mendapat pembaruan ke versi lebih tinggi. Soal harga, Journey 1 dibanderol Rp 1 juta dan hanya dijual secara online melalui situs web Blanja.com dan JakartaNotebook.com.
Selain Nexian, Google juga menunjuk dua produsen lokal untuk memproduksi Android, yaitu Mito dan Evercoss. (adt/eno)