Pada kuartal tersebut, Apple mencatat pendapatan sebesar US$ 74,6 miliar atau setara Rp 947 triliun dan mengantongi keuntungan US$ 18 miliar atau senilai Rp 224 miliar. Sejumlah analis dan lembaga riset mengakui bahwa Apple menjadi perusahaan dengan laba kuartalan terbesar.
Angka pendapatan Apple dalam tiga bulan tersebut mengalahkan pendapatan Google dalam satu tahun penuh di 2014. Google melaporkan bahwa mereka meraih US$ 66 miliar sepanjang 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak beberapa tahun terakhir Apple selalu mendapat keuntungan terbesar dari lini produk iPhone.
Apple juga mengumumkan nilai penjualan iPhone di Tiongkok yang meroket, dengan nilai mencapai US$ 16,144 miliar atau sekitar Rp 201 triliun. Angka tersebut tumbuh 157 persen dari dibandingkan kuartal ketiga 2014 dan tumbuh 70 persen dari tahun ke tahun.
Baca juga: iPhone Laris di Tiongkok, Apple Kantongi Rp 201 Triliun
Tak berhenti sampai di situ. Kedua ponsel ini juga membawa Apple menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia, mengalahkan Samsung.
Dua lembaga riset pengiriman produk teknologi, Strategy Analytics dan Counterpoint, mencatat bahwa Apple telah mengirimkan 74,5 juta unit iPhone di kuartal empat 2014. Strategy Analytics masih mencatat Samsung mengirim 74,5 juta unit ponsel pintar, tetapi Counterpoint mengatakan Samsung mengirimkan 73,8 juta unit ponsel pintar.
Data ini memang masih jadi perdebatan di kalangan industri, siapa yang kini menjadi raja dalam industri ponsel pintar dunia? Namun, seorang analis dari Creative Strategies, Ben Bajarin, mengatakan kepada The Verge bahwa Apple adalah pemenangnya.
Baca juga: Rekor Apple, Tiap Jam 34 Ribu iPhone Terjual
Kehadiran iPhone 6 dengan ukuran layar 4,7 inci dan iPhone 6 Plus dengan layar 5,5 inci, telah menarik perhatian banyak konsumen yang menanti ponsel layar besar dari Apple. Cook mengklaim bahwa kedua ponsel itu telah membuat "angka peralihan terbesar dari para pemakai Android" dalam tiga tahun terakhir.
Setelah iPhone, pendapatan Apple di kuartal empat 2014 itu banyak disumbang dari iPad sebesar 12,04 persen atau sekitar US$ 8,99 miliar, lalu dari komputer Mac sebesar 9,31 persen atau US$ 6,94 miliar.
(adt/eno)