Pendiri PT Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan bahwa, sekitar 70 persen pengguna ponsel Android di Indonesia masih kurang peduli soal keamanan.
Lihat juga:Malware 'Sedot Pulsa' Mengancam Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masih banyak ponsel berbasis Android yang sama sekali tidak terpasang antivirus maupun antimalware. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini risiko penyebaran malware pada Android di Indonesia menjadi semakin besar.
Ia menambahkan untuk mengurangi risiko penyebaran program jahat ini diperlukan kesadaran tinggi dari masing-masing pengguna. Menurutnya, potensi penyebaran malware dapat dihentikan jika pengguna Android sadar dan mau mengantisipasi penyebarannya.
"Pengguna harus punya pengetahuan, harus teliti ketika mereka akan mengunduh sebuah program dan berhati-hati terhadap infeksi malware," kata Yudhi.
Alfons Tanujaya mengatakan hal senada. Ia menyarankan, agar pengguna melindungi diri dengan menginstal aplikasi dari vendor terpercaya.
(eno)