Militer AS merancangnya untuk membantu aktivitas pemadaman kebakaran. SAFFiR memiliki tujuan jangka panjang, yakni menjaga para pelaut dari bahaya langsung api.
"Kami merancang dan memperlihatkan robot berbentuk manusia ini agar mampu bergerak di dalam kapal, memanipulasi pintu dan selang pemadam api, serta melengkapinya dengan sensor untuk memantau dan menavigasi dalam kondisi berasap," terang staf pengelola program Naval Research AS, Thomas McKenna, seperti dikutip dari The Verge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robot canggih yang dikembangkan di Virginia Tech ini memiliki tinggi 1,7 meter dan bobot 64,8 kilogram.
Pihak Angkatan Laut AS kini sedang menciptakan teknologi sensor yang lebih mumpuni untuk SAFFiR, serta peningkatan kecepatan, kecerdasan, dan kemampuan komunikasi.
Baca juga: Robot-Robot Hewan Aneh, dari Kecoa sampai Ubur-Ubur
Walau begitu, tujuan utama diciptakan SAFFiR bukan untuk menggantikan peran para staf AL AS, melainkan sebagai pelengkap untuk jalankan tugas secara bersamaan.
"Kami bekerja untuk tim manusia dan robot. Inilah yang kami sebut sebagai kekuatan hybrid: robot dan manusia bekerja bersama-sama," ujar McKenna.
Dalam uji coba yang dilakukan November, SAFFiR dapat dihubungkan dengan pesawat tanpa awak atau drone. Kedua perangkat ini dapat mematakan lokasi kebakaran sehingga operator di pusat kontrol bisa menganalisa dan mengambil tindakan nyata. (adt/adt)