Kelompok peretas yang beroperasi dengan nama CyberCaliphate, yang mengaku punya hubungan dengan ISIS, mengklaim berada di balik serangan tersebut.
Kicauan yang dilontarkan kelompok peretas ini adalah, "#CyberCaliphate Hari Valentine berdarah #MichelleObama! Kami memantau Anda, putri Anda dan suami Anda!"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kicauan tersebut, pengelola Newsweek segera menghapus kicauan dan gambar latar yang dipasang kelompok CyberCaliphate.
Kelompok ini mengklaim juga bertanggungjawab atas peretasan pada Januari 2015 kepada Twitter dan YouTube Central Command Amerika Serikat, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan bahwa FBI sedang menyelidiki kasus peretasan akun Twitter Newsweek dan waspada terhadap ancaman yang dilontarkan kelompok peretas. (adt/adt)