Dari laporan situs TechCrunch, Uber mengumumkan dua fitur baru tersebut setelah sumber berita Times of India mewartakan bahwa Departemen Transportation Mumbai mempertimbangkan akan melarang layanan Uber.
Pemerintah kala itu dilaporkan tak senang dengan tanggapan perwakilan Uber dalam berbagai pertemuan untuk mengukur keselamatan penumpang. Times of India juga melaporkan bahwa pemerintah setempat merasa Uber enggan memasang tombol panik fisik di dalam mobil pengemudi yang jadi mitra Uber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uber akhirnya mengajukan opsi pemasangan satu tombol panik dalam aplikasi yang menghubungkan mobil kepada aparat kepolisian lokal.
Fitur baru tersebut dijanjikan bakal tersedia juga secara global, namun India menjadi salah satu negara prioritas utama dalam peningkatan keamanan karena ada insiden pemerkosaan pada Desember 2014.
Sementara itu, fitur Share my ETA memungkinkan pengguna berbagi informasi lokasi perjalanan secara rinci kepada lima orang terdekatnya.
Regulator transportasi Mumbai menegaskan bahwa izin layanan Uber di kota itu akan diberikan jika mereka memasang fitur yang mengutamakan keselamatan penumpang.