Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Muhammad Budi Setiawan mengatakan kebijakan mengenai penggunaan spektrum ini akan ditandatangani, hari ini.
Karena agar dapat digunakan secara optimal penataan ulang yang telah terpisah-pisah di frekuensi 1.800 MHz. Ada empat operator mendiami kanal ini, yakni Telkomsel, XL, Indosat dan Hutchinson Tri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada ketakutan kalau penataan ulang ini akan menganggu pengguna 2G dan yang masih memanfaatkan layanan dasar seperti SMS dan telepon. Namun, hal ini buru-buru dibantah Budi. "Tidak akan menganggu 2G dan pengguna SMS serta telepon. Karena jumlah (frekuensi) yang dipakai itu sangat kecil," katanya.
Di frekuensi 1.800 MHz tersebut, XL dan Telkomsel mempunyai lebar pita 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, 10 MHz. Sehingga ada total 75 MHz yang tersedia. Dari jumlah tersebut, blok frekuensinya itu terpisah-pisah.
Dengan dibukanya di 1.800 MHz, maka peluang kecepatan internet 4G LTE sesungguhnya akan dirasakan oleh pengguna di Tanah Air. Sebab, operator dapat mengoperasikan spektrum 900 Mhz dan 1.800 MHz secara bersamaan dengan agregasi kanal.
"Setelah semua diurus, diharapkan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz bisa dikomersialkan pada akhir tahun 2015," kata Budi, menambahkan. (tyo/ded)