Kewajiban tanpa kecuali ini membuat perusahaan penyedia pusat data center, seperti Indosat, harus siap sedia. Seperti membangun pusat data center dan data center recorvery (DC/DCR) terbaru di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Dikatakan oleh Ginandjar,Direktur Datcom & IT Linstarta (anak usaha Indosat), bahwa DC/DCR ini termasuk kategori Tier-3 namun sudah memenuhi standarisasi Tier-4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi pengakuan tersebut, Ginandjar mengatakan secara tersirat bahwa pihaknya terbuka untuk menjadi partner perusahaan seperti Facebook, Google dan lainnya untuk menaruh data centernya di Indonesia.
"Kalau mereka mau membangun data center building sendiri lalu mengintegrasikan data recorvery ke kami tidak ada masalah. Kami bisa saja terhubung," kata Gidion.
Sejauh ini, sudah ada 100 perusahaan yang sudah menjadi pelanggan Data Center Indosat. Semuanya datang dari beragam industri, mulai perbankan hingga perusahaan minyak.
"Saat ini kami sudah mempunyai ISO 27001 syarat untuk perbankan untuk melakukan tender data center," jelas Febby Sallyanto, Group Hear Major & Strategic Account Indosat, di tempat yang sama.
Feby juga menambahkan ada beberapa lagi setifikat yang dimiliki data center Indosat seperti ISO 9001, ISO 14001, OHASS 18001 yang harus dimiliki untuk bisa memikat perusahaan minyak multinasional.
Sebagai pemain lokal, beberapa peraturan selain PP no 82 tahun 2012 ada juga aturan lain dari pemerintah yang cukup membantu.
"Ada peraturan Bank Iindonesia nomor 9/15/pbi/2007 dan SkK Migas no kep:0008/sk)2013/so yang mengatur soal penempatan data center," tegasnya.
(eno)