Dilansir dari Bloomberg, Apple yang masih dalam tahap perekrutan para ahli otomotif dan pemasok komponen otomotif itu dinilai sangat agresif lantaran perusahaan manufaktur biasanya menghabiskan waktu lima sampai tujuh tahun untuk pengembangan mobil.
Muncul kabar bahwa Apple memang ingin mengatur persaingannya dengan Tesla Motors dan General Motors (GM) yang menargetkan perilisan mobil listrik mereka masing-masing pada 2017 mendatang. Diketahui mobil listrik tersebut mampu menempuh jarak 321 kilometer hanya sekali pengisian daya listrik dan dibanderol kurang dari US$ 40 ribu atau setara Rp 515 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hal ini, Apple menolak untuk beri tanggapan.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Apple pun merekrut Haran Arasaratnam dari Ford Motor untuk bekerja sebagai teknisi baterai dan Robert Gough dari perusahaan penyokong otomotif Autoliv.
Tak hanya itu, CEO Tesla, Elon Musk turut mengatakan bahwa Apple telah berupaya membajak karyawan Tesla di Palo Alto, California, dengan menawarkan gaji sebesar US$ 250 ribu atau setara Rp 3,16 miliar dan kenaikan gaji sebesar 60 persen. (tyo/tyo)