Dalam dokumen terbaru yang dibocorkan oleh whistleblower Edward Snowden mengindikasikan Amerika Serikat (AS) dan Inggris sudah berhasil menembus sistem pembuat chip itu dan melakukan mata-mata.
Snowden juga menyebutkan bahwa, setidaknya ada 450 operator yang sukses disadap dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan operator besar di AS seperti AT&T, T-Mobile, Verizon dan Sprint menjadi korbannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, kami memang memakai Gemalto di samping vendor-vendor lainnya. Namun yang perlu dipertegas, kita selalu menjunjung tinggi GCG (Good Corporate Governance) dan patuh pada ketentuan yang berlaku dalam memilih vendor," jelasnya.
![]() |
"Kendati kita menggunakan Gemalto untuk membuat kartu SIM tersebut. Kita sangat yakin, bahwa pada dasarnya perusahaan tersebut menjaga segala bentuk kerahasiannya dengan benar," tambah Pras--sapaan akrabnya.
Sebelumnya diberitakan, walaupun secara tersirat tidak disangkal oleh pihak Gemalto, perusahaan tersebut masih akan melakukan investigasi. Apalagi memang, sebelumnya mereka mengakui ada serangan ilegal ke sistemnya.
Dalam situs yang ditelesuri, Gemalto juga pernah menjalin PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk mengelola sistem internet banking miliknya pada pertengahan tahun 2014 lalu.
(tyo/eno)
