Proposal mereka menyalip 400 tim mancanegara. Kompetisi “Fly Your Ideas” digelar oleh Airbus untuk mencari solusi inovatif untuk menjawab tantangan dunia penerbangan. Kompetisi ini digelar oleh Airbus saban dua tahun sekali.
Tim dari Indonesia adalah Tim Rajawali dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan Tim Fly Green dari Universitas Sebelas Maret, Solo. Keduanya termasuk 100 tim teratas yang proposalnya masuk ke babak kedua. Proposal mereka diuji 50 juri dari Airbus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebetulnya kita dapat memanfaatkan para pengguna bandara ini sebagai sumber listrik alternatif dengan cara mengumpulkan arus listrik yang sebenarnya dihantarkan oleh manusia setiap kali kita melangkah,” kata mahasiswa fakultas teknik itu dalam keterangan resmi kepada CNN Indonesia, Senin (23/2).
Charles Champion, Airbus Executive Vice President Engineering, mengatakan tim yang masuk ke babak kedua tahun ini cukup beragam. “Kita dapat melihat sebuah generasi yang tidak lagi berpikir dalam sekat-sekat, melainkan berkolaborasi melalui batas gender, kebangsaan, dan disiplin ilmu,” katanya.
Di babak kedua, selama 100 hari, seluruh tim akan didampingi seorang mentor dan seorang pakar Airbus untuk membantu mereka mengembangkan ide. Selanjutnya hanya dipilih lima tim ke babak final. (ded/ded)