Deputy CEO Smartfren Telecom, Djoko Tata Ibrahim, mengutip laporan lembaga riset IDC yang mencatat bahwa Smartfren berhasil mengirimkan sekitar 800 ribu unit pada kuartal empat 2014.
"Kami berada di peringkat kedua produsen ponsel pintar di Indonesia. Kami berada di bawah Samsung," kata Djoko usai meluncurkan ponsel Andromax C2s di Jakarta pada Senin (23/2) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2015 ini, Djoko berkata Smartfren menargetkan dapat menjual sekitar 3,5 juta unit ponsel Andromax. Mereka masih bermitra dengan vendor asal Tiongkok, seperti Hisense, Haier, dan Coolpad, untuk membuat ponsel Android yang diberi merek dagang Smartfren.
Smartfren gencar menjual produk Andromax untuk meningkatkan jumlah pelanggan layanan nirkabel sekaligus berjuang menyediakan perangkat berbasis CDMA yang bisa disebut jarang di pasaran, karena selama ini pasar produk telekomunikasi nirkabel Indonesia didominasi oleh teknologi GSM.
Djoko mengatakan, 50 persen pelanggan Smartfren berasal dari konsumen yang membeli ponsel pintar Andromax. "Melihat fakta ini kami akan meneruskan strategi menjual Andromax," lanjutnya.
Sejak 2014 lalu, Smartfren berhenti menjual komputer tablet. Tetapi di tahun 2015 ini, Djoko mengatakan perusahaan punya rencana menjual perangkat modem yang memancarkan koneksi internet Wi-Fi.
Smartften meluncurkan ponsel pintar harga terjangkau Andromax C2s di Jakarta pada Senin (23/2) di Jakarta. (CNN Indonesia/Aditya Panji) |
Smartften meluncurkan ponsel pintar harga terjangkau Andromax C2s di Jakarta pada Senin (23/2) di Jakarta. (CNN Indonesia/Aditya Panji)