Internux telah melakukan uji coba Bolt di Medan pada Desember 2014. CEO Internux, Dicky Moechtar mengatakan, pihaknya telah membangun sekitar 210 BTS di sana dan dibantu oleh infrastruktur jaringan telekomunikasi First Media.
"Kami telah melakukan uji coba dan hasilnya memuaskan. Kami targetkan bisa dapat 200 ribu pelanggan di Medan," kata Dicky dalam jumpa pers di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antar Internux dan First Media memang memiliki hubungan mesra. Sebesar 80 persen saham di Internux dimiliki oleh Mitra Mandiri Mantap, sebuah perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh First Media. Sementara sebanyak 20 persen saham Internux dimiliki oleh Mitsui asal Jepang.
Di tahun 2015, mereka menargetkan punya 4.000 BTS di Jabodetabek, Banten, dan Medan dengan investasi baru sebesar US$ 18 juta. Sekarang Internux mengklaim punya 2.900 BTS untuk menopang layanan.
Internux merupakan perusahaan telekomunikasi pemegang lisensi Broadband Wireless Access (BWA), yang berarti hanya menyediakan layanan Internet. Ia tidak diizinkan memberi layanan telepon dan SMS. Daerah operasionalnya hanya di Jabodetabek, Banten, dan Medan. (adt/eno)