Menurut ahli, Lubang Hitam itu memang bukan yang terbesar yang pernah ditemukan. Tapi yang menarik, Lubang Hitam itu berasal dari masa-masa awal alam semesta ini terjadi. Lubang Hitam itu mencapai bentuknya yang sekarang hanya 875 juta tahun setelah Big Bang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bagaimana sebuah Lubang Hitam sebesar itu bisa terjadi dalam waktu yang singkat?” begitu tanya Xue-Bing Wu, ilmuwan dari Universitas Peking di Tiongkok, yang memimpin studi itu.
Tapi dengan memakai sejumlah teleskop di Tiongkok, Hawaii, Arizona, dan Chile, tim itu menemukan sebuah Quasar, objek yang sangat kuat diterangi oleh gas bercahaya sangat terang.
“Ini monster terbesar yang pernah kami deteksi terkait tingkat keterangannya,” tutur Avi Loeb, kepala Departemen Astronomi di Harvard. Dia bilang, kecemerlangannya 40 ribu kali dibandingkan seluruh Galaksi Bima Sakti.
Keseluruhan galaksi besar, termasuk Bima Sakti, mempunyai Lubang Hitam masif di intinya. Tapi tak semua dikelilingi gas superpanas.
Nah, yang dikeliling gas superpanas itu dikenal dengan nama Quasar. Quasar paling terang yang ditemukan sebelumnya berada pada jarak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tapi Quasar baru, yang disebut dengan nama SDSS J010012.021280225.8 itu, lebih terang lagi.
Quasar ini berada pada jarak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tingkat kecerahannya 420 triliun kali dari Matahari.
Kecerahan Quasar yang luar biasa itu memberitahu para ahli astronomi betapa kuatnya gas yang dipanaskan, dan kemudian mengetahui betapa masifnya Lubang Hitam tersebut.
“Kami pernah melihat Quasar dari periode yang sama,” kata Wu. “Tapi tak ada yang punya massa sebesar itu.”
(ded/ded)