Salah satu alasan mengapa penyebaran malaria bisa terjadi tanpa henti mungkin sebagian besar karena kehidupan seksual jenis nyamuk tersebut.
Penyebaran tanpa henti malaria mungkin sebagian besar merupakan efek samping dari kebiasaan reproduksi tertentu nyamuk Anopheles jantan dan betina terlihat seolah-olah mereka berkembang dalam beberapa skenario.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika aktivitas seksual terjadi, nyamuk jantan memberikan hormon streoid itu ke dalam rahim nyamuk betina. Dengan hormon tersebut dapat meningkatkan produksi telur dan da merangsang nyamuk betina untuk bertelur.
Dari semua transaksi seksual ini datang sifat yang membantu membuat empat spesies yang diantara penyebar malaria paling berbahaya bagi orang.
caption-here..Ilustrasi nyamuk (Pixabay/skeeze) |
Dari penelitian ini juga diungkapkan, nyamuk Anopheles di Amerika Selatan yang lebih sedikit tingkat hormon steroidnya dibandingkan spesies di Afrika dan India memengaruhi tingkat malaria di kawasan tersebut.
Baru-baru juga sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Gregory Lanzaro BS, MS, PhD, Profesor di bidang Pathologi, Microbiologi & Immunologi dari University of California, Davids menemukan nyamuk hasil perkawinan silang antara Anopheles gambie dengan Anopheles coluzzi.
"Kedua hasil perkawinan ini menghasilkan nyamuk yang mampu mengenali insektisida yang dibuat oleh manusia," kata Lanzaro yang dilansir situs resmi UC Davids.
Lanzaro menambahkan bahwa dengan adanya nyamuk jenis baru ini artinya, kelambu sebagai pencegahan kasus malaria pun tak bisa lagi dijadikan alat untuk menghentikan ancaman.
caption-here..Ilustrasi nyamuk (Pixabay/skeeze)