Bandung Bersiap jadi 'Silicon Valley' Indonesia

Resty Armenia, CNN Indonesia | Jumat, 27/02/2015 11:22 WIB
Ridwan Kamil berencana menjadikan Bandung sebagai kawasan pusat perusahaan teknologi ala Sillicon Valley. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ingin membangun Bandung Teknopolis (Resty Armenia/CNN Indonesia)
Bogor, CNN Indonesia -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana menjadikan kota yang dipimpinnya sebagai kawasan pusat perusahaan teknologi ala Silicon Valley seperti di Amerika Serikat.

Proyek nasional yang disebut sebagai Bandung Teknopolis memang mempunyai mimpi besar sebagai pusat berkumpulnya raksasa teknologi baik dari dalam dan luar negeri.

Selama ini memang Lembah Silicon yang terletak di selatan San Francisco, California, AS, itu dijadikan oleh pemerintah untuk tempat pengembangan teknologi. Sebut saja Facebook dan Google menetap di kawasan tersebut.


"Project nasional namanya Bandung Teknopolis, itu kayak Silicon Valley. (Perlu diketahui) Ekonomi dunia baru namanya teknologi. Kita inginnya semisal Google, Microsoft nantinya riset di Bandung itu," ujar Ridwan, saat ditemui usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Ridwan mengatakan bahwa selama ini perusahaan teknologi yang berkantor di Indonesia lokasinya terpisah-pisah dan dia ingin menyatukannya. Dia juga ingin 'Silicon Valley di Bandung tersebut didesain dengan gaya yang futuristik.

Sebagai langkah awal, Presiden Jokowi sudah memberikan arahan dan memastikan agar visi dan misi ini bisa dieksekusi dengan secepatnya. Para ahli di bidangnya pun diajak Kamil untuk bertukar pikiran.

"Tadi saya bawa Rektor ITB (Kadarsah Suryadi) bertemu Presiden Jokowi, karena nanti ITB yang akan melakukan risetnya. Di sana penting karena nanti riset ITBakan bertetangga dengan pebisnis di bidang teknologi," kata Kang Kamil--sapaan akrabnya.

Dia juga mempunyai punyai ide agar perusahaan internet seperti Kaskus, Facebook, Twitter bertemu dgn investor-investor yang memang kantornya di kawasan Bandung Teknopolis tersebut.

Ditambahkan olehnya, kawasan Teknopolis akan dijadikan sebagai zona ekonomi spesial. Dengan zona ekonomi spesial ini, Teknolopis akan bisa mengatur dirinya sendiri, untuk memisahkan diri dari izin atau proses sejenis yang ada dalam peraturan di Kota Bandung.

"Saya pikir praktek internasional ini akan menjadi norma dalam Teknopolis. Saya kira 240 juta populasi di Indonesia, 50 juta kelas menengah adalah pasar yang besar. Dan Bandung sudah siap karena kita punya lebih dari 80 universitas," yakinnya.


(tyo/eno)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK