Salah satu yang dilakukan Samsung adalah memasarkan produk khusus untuk kalangan pebisnis, atau mereka yang sehari-hari berkecimpung di area yang tidak bersabahat dengan gadget. Banyak debu, atau berpotensi terguyur hujan.
Galaxy Tab Active diyakini Samsung akan mengubah lesunya permintaan tablet di berbagai negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, lembaga analis pasar seperti Canalys menuliskan bahwa pada kuartal empat 2014 pengiriman tablet di seluruh dunia menjadi sekitar 67 juta unit atau anjlok 12 persen dari tahun ke tahun.
Tapi data itu tak membuat Samsung gentar untuk menelurkan produk di pasar yang lebih sempit.
"Bukan berarti bisnis harus berhenti kan? Lagi pula itu (penurunan) untuk produk ritel, bukan B2B," ujar Pamudi, saat ditemui CNN Indonesia di hotel Ritz Carlton, Kamis (26/2).
(eno)