Seperti dilansir CNN Money, Selasa (3/3) waktu setempat, yang berbeda adalah iklan itu mengawali munculnya video-video kontroversial dari ISIS dan kelompok jihad lain di situs jejaring sosial YouTube.
CNN Money menyatakan, YouTube menjual iklan kepada perusahaan dan iklan itu akan diselipkan di awal video. Pengiklan tentu tak punya kontrol di video mana iklannya diselipkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan benar saja. Seorang petinggi di Anheuser-Busch mencak-mencak mengetahui iklannya tayang di video semacam itu. “Kami tak tahu bahwa salah satu iklan kami muncul di video seperti itu,” katanya. Dia bilang sudah ada panduan yang disepakati dengan media parter soal kapan dan bagaimana iklan mereka ditayangkan.
Seorang analis industri mengatakan YouTube akan menghasilkan US$ 10 per ribuan klik pada iklan. Tapi juru bicara YouTube mengatakan pihaknya tak mengambil untung dari iklan seperti itu.
YouTube disebut selalu mencabut konten yang menggambarkan kekerasan dan berhati-hati dalam meletakkan iklan. “Kami punya panduan iklan yang ketat dan mencegah munculnya iklan di video, channel, atau page, yang tidak sesuai dengan partner pengiklan kami,” tutur si juru bicara.
Saat berita ini diturunkan, CNN Money mendapati bahwa video ISIS yang berisi iklan itu sudah ditarik. Video lain masih muncul tapi iklannya sudah dicabut.
(ded/ded)