Kendati sudah mendunia, objek yang menjadi pembicaraan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrap disapa Lulung justru tidak mengerti dan memahami layanan mikroblogging tersebut. BACA: Dua Tahun Dikicaukan, Tagar #SaveHajiLulung Kini Mendunia
"Saya enggak punya Whatsapp, saya enggak punya Twitter. Twitter apa itu barangnya saya tidak ngerti," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya semangat karena saya top ketiga di dunia. Tinggal bagaimana saya menjaga kredibilitas," kata Lulung.
Cara permainan kata-katanya cukup mudah. Setiap kata dalam bentuk aktivitas yang diikuti tagar ini merupakan pernyataan kontradiktif dari aktivitas sebelumnya. BACA: Kumpulan Lelucon ala Tagar #SaveHajiLulung
"Haji Lulung distop polisi, polisinya yang nanya, "Bapak tahu kesalahan saya?" #SaveHajiLulung" kata cuitan akun @mbot.
Atau seperti cuitan yang dilakukan salah satu akun milik comic @Juipurwoto yang berbunyi "Haji lulung beres jumatan ngambil sendalnya di tempat penitipan, sementara itu jemaah lain langsung pulang... bela2in nyeker #savehajilulung."
Intinya dari tweet bernada satir ini adalah kebalikan dari apa kalimat aktivitas pertama yang dilakukan. "Haji Lulung kalo ke bandara, tas petugasnya yang diperiksa #SaveHajiLulung." tulis @Dzawinur.
Sampai berita ini diturunkan, tagar #SaveHajiLulung menempati posisi ketiga di dunia. Setelah beberapa jam sebelumnya, tagar tersebut berhasil memuncaki daftar cukup lama. (tyo/tyo)