Kantor berita Reuters mengabarkan, Solar Impulse 2 lepas landas dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab menuju ibukota Oman, Muskat sebagai penanda dimulainya perjalanan lima bulan sejauh 35 ribu kilometer yang diadakan untuk memfokuskan mata dunia pada energi berkelanjutan.
"Solar Impulse ingin memobilisasi antusiasme publik terkait teknologi yang bisa mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menimbulkan perasaan positif soal energi terbarukan," tulis sebuah pernyataan di dalam situs misi tersebut.
Lihat juga:Perusahaan Slovakia Bikin Mobil Terbang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses penelitian, desain, dan konstruksi Solar Impulse 2 memakan waktu 12 tahun dan versi pertama pesawat diluncurkan pada 2009 silam sekaligus memecahkan rekor dari segi ketinggian dan jarak yang ditempuh oleh pesawat awak bertenaga surya.
"Keajaiban bisa diraih dengan energi terbarukan seperti tenaga surya," tutur pilot asal Swiss, Bertrand Piccard.
Piccard melanjutkan, "kami ingin menunjukan bahwa kami sanggup terbang siang dan malam tanpa menurunkan bahan bakar."
Sejumlah perusahaan yang terlibat di dalam proyek ini di antaranya Bayer AG, Solvay, ABB, Schindler, Omega, dan Masdar Abu Dhabi.
[Gambas:Video CNN] (eno)