Country Head Smartphone Division Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengurus perizinan impor ponsel pintar Motorola dan dalam waktu dekat akan dipasarkan.
"Saya tidak bisa kasih tahu jelasnya kapan, karena perizinannya belum tuntas. Mungkin paling cepat kita harapkan bisa masuk pada kuartal kedua tahun ini," tutur Adrie usai jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, akuisisi Lenovo atas Motorola menjadi salah satu cara untuk memperkuat bisnis ponsel pintar. Adrie mengklaim bahwa Lenovo berada di posisi nomor tiga produsen ponsel pintar terbesar di dunia pada kuartal keempat 2014 lalu.
Lenovo mengumumkan rencana membeli Motorola Mobility pada Oktober tahun 2013 dengan nilai sebesar US$ 2,91 miliar. Perusahaan asal Tiongkok itu mendapatkan seluruh merek dagang dan 2.000 paten teknologi.
Hingga saat ini, ponsel pintar andalan Motorola masih dirancang ketika masih berada di bawah payung Google, yaitu Moto X.
Lenovo mengungkapkan bahwa Motorola berhasil mengapalkan lebih dari 10 juta unit ponsel pintar pada kuartal empat 2014. Angka ini diklaim sebagai pertumbuhan tertinggi jumlah pengiriman ponsel pintar yang dilakukan Motorola dan meningkat hingga 118 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.