"Para pelanggan mungkin tidak dapat melakukan aktivitas pembelian dari App Store, iTunes Store, iBooks Store, atau Mac App Store," bunyi pernyataan Apple dalam laman situs resminya, Apple.co/YIMuUp.
Menurut situs appleinsider.com, ini bukan kali pertama layanan Apple tak dapat diakses. Insiden serupa terjadi pada awal September lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situs resmi Apple, dijelaskan bahwa sejumalh aplikasi Apple lainnya mulai tak dapat diakses sejak sekitar pukul 5 pagi ET. Keadaan ini terus berlanjut hingga pukul 12:56 pagi ET.
Lumpuhnya layanan Apple ini tak pelak menuai protes para penggunanya. Di sejumlah media sosial seperti Twitter, hal ini ramai dibicarakan dengan tagar #itunesdown dan #appstoresdown.
Jurnalis digital yang berbasis di London dengan akun Twitter @Derry_London bahkan menggunggah foto perangkat radio di mobilnya karena kesal tak bisa mengakses iTunes.
[Gambas:Twitter]
Sementara pengguna lainnya mengungkapkan kekesalan mereka dengan beragam cuitan.
[Gambas:Twitter]
Hingga saat ini, Apple tidak memberikan komentar terkait tumbangnya sejumlah layanan tersebut.
"Hal ini terjadi dari waktu ke waktu, dan kami menganggap keadaan ini sebagai peristiwa yang sangat kecil," kata analis dari FBR Capital Markets, Daniel Ives kepada Reuters, Rabu (11/3).
Saham Apple turun kurang dari 1 persen menjadi US$123,60 dalam perdagangan Rabu (11/3) siang. (ama)