Dalam uji coba yang berlangsung pukul 11.30 waktu setempat, roket dengan panjang 53.9 meter itu berhasil mengeluarkan daya dorong yang menghasilkan api dan asap selama dua menit.
Mesin dari roket ini meraung dan membuat daerah sekitarnya bergetar di pedesaan Promontory. NASA mengklaim roket ini memiliki daya 22 juta ton tenaga kuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji coba kali ini merupakan tes pertama dari dua tes kualifikasi yang telah diatur untuk roket SLS. Manager NASA untuk SLS Bossters Office, Alex Priskos, mengklaim bahwa uji coba ini berlangsung sempurna.
Propelan atau bahan pendorong roket —terdiri dari bahan cair dan padat— diperlukan untuk membawa roket melawan gravitas Bumi dan menjaga keseimbangan.
[Gambas:Youtube]
Uji coba hari ini, yang dijuluki Qualification Motor–1 (QM–1), menguji motor pada roket SLS untuk mengetahui bagaimana performanya ketika beroperasi pada suhu tinggi. Mesin dipanaskan sampai 90 derajat Fahrenheit atau 32,2 derajat Celcius.
Uji coba kedua, atau Qualification Motor–2 (QM–2), akan dilakukan pada 2016 yang juga menguji kondisi roket saat berada di suhu dingin.
Roket SLS ini akan melakukan uji terbang pertama pada 2018 dan diharapkan bisa melakukan penerbangan dengan awak pertamanya pada tahun 2021.
Pengembagan roket SLS dari NASA ini merupakan proyek terbesar sejak era Apollo. NASA menghentikan program pembuatan pesawat ulang-alik mereka pada tahun 2011, dan sejak itu NASA bergantung pada pesawat milik Rusia untuk menerbangkan astronaut ke antariksa.
Kini, NASA berupaya membangun kembali pesawat antariksa dan roketnya dengan menggandeng produsen pesawat swasta macam Boeing dan SpaceX.
Baca juga: Empat Pesawat untuk Wisata ke Luar Angkasa (adt/eno)