Dalam jurnal Nature Communication, tim peneliti menjabarkan hasil penelitian dari kemampuan menakjubkan bunglon tersebut.
Bunglon Panther adalah salah satu spesies bunglon yang paling penuh warna. Hewan ini berasal dari Madagaskar, tempat hidup setengah dari 150 spesies bunglon yang ada di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan memakai alat spektroskopi pada kulit bangsa kadal itu, para ilmuwan mendapati satu lapisan sel yang disebut iridophore. Lapisan ini mengandung nanokristal yang terbuat dari guanine.
Tim Milinkovitch menggunakan kombinasi mikroskop, video beresolusi tinggi, dan model numerik berbasis warna untuk mencapai hasil penelitian ini.
Hasil penelitiannya, warna hijau pada tubuh bunglon bisa berubah menjadi kuning atau jingga, belang biru berubah keputih-putihan, dan warna merah pada kulit menjadi semakin terang.
Menurut penelitian, nanokristal merefleksikan jarak gelombang yang lebih panjang, seperti warna kuning, merah, dan jingga. Semuanya tergabung dengan warna biru untuk menghasilkan warna yang berbeda.
"Sementara saat kulit bunglon dalam kondisi kendur, nanokristal dalam sel iridophore sangat dekat satu sama lain, maka sel-sel tersebut secara khusus merefleksikan jarak gelombang yang pendek, salah satunya warna biru," ujar Milinkovitch.
(ded/ded)