Menurut LA Times, tata surya zaman dulu dipadati planet-planet berukuran besar, alias super-Earth. Dan planet jenis ini dipercaya peneliti masih ada dan memadati tata surya lain.
Planet berbatu yang dulu menghuni sistem tata surya dipercaya memiliki massa 10 kali lipat dari Bumi, dan mengorbit bintang mereka lebih dekat dari jarak Merkurius dengan Matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Generasi kedua planet inti akan terbentuk selanjutnya dari materi yang tersisa. Inilah mengapa Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars usianya lebih muda ketimbang planet luar serta memiliki ukuran yang lebih kecil dan atmosfer lebih tipis.
Implikasi dari temuan ini adalah peradaban di Bumi seperti sekarang mungkin lebih langka di alam semesta dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.
![]() |
"Kehidupan ekstra surya akan sangat berbeda secara substansial dari definisi umum yang kita ketahui dan berkembang di lingkungannya yang unik, tentu saja tak sama dengan lingkungan kehidupan kita," ujar pemimpin penelitian Konstantin Batygin dari California Institute of Technology di Pasadena, Amerika Serikat kepada Space.com.
Dengan kata lain, sesuai perkiraan para peneliti, planet-planet terdahulu tidak
memiliki cukup air dan komponen penting lain yang bisa menghasilkan cairan ataupun materi padat.
"Mereka (planet-planet super) tidak bisa dihuni," tulis peneliti di dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
(eno)
