"BlackBerry sebagai perusahaan handset, sempat mengalami masa kejayaan hingga 2012. Setelah ada 'Asian Invasion' seperti Samsung dan Oppo, perusahaan harus memutar otak," kata Managing Director BlackBerry Indonesia, Sofran Irchamni, Rabu (25/3).
Dikenal dari produk ponsel pintarnya, BlackBerry mengaku kehadiran merek pesaing di Tanah Air menjadi suatu tantangan tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran BlackBerry Classic |
"Latar belakang saya pangsa enterprise. Kita akan lebih kembangkan diri di situ," katanya lagi.
"Buktinya kami luncurkan BB Classic harus melewati proses panjang, yaitu serangkaian riset tentang apa yang dibutuhkan oleh pengguna,” kata Senior Country Product Manager BlackBerry Southeast Asia, Ardo Fadhola.
BlackBerry Classic baru diluncurkan di Indonesia hari ini, Rabu (25/3). Produk ini akan dijual bersama paket Telkomsel dan dibenderol sebesar Rp 5,6 juta.
BlackBerry Classic dilengkapi layar sentuh 3,5 inch dengan resolusi 720 x 720 pixel 294 dpi, lensa kamera 8 MP di bagian belakang dan 2 MP di depan.
Sedangkan dapur pacunya ditopang prosesor dua inti 1,5 GHz, memori RAM 2 GB dan kapasitas memori internal 16 GB. Kalau kurang pengguna bisa menambahkan lewat microSD hingga 128 GB.
(eno)
Peluncuran BlackBerry Classic