Hal ini bisa terlihat dari sejumlah peristiwa politik di Indonesia yang dengan cepat menjadi topik paling banyak diperbicangkan secara global alias trending topic world wide.
Costolo mengakui Twitter menjadi alat yang sangat efektif digunakan dalam momen Pemilihan Umum dan dimanfaatkan untuk melihat sentimen positif dan negatif karena sifatnya yang menghubungkan banyak orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu contohnya adalah Wakil Presiden (Jusuf Kalla-red) yang sangat aktif di platform ini," tegas Costolo usai menjumpai Kalla di Istana Wakil Presiden, Kamis (26/3).
Meski bersifat bebas dan terbuka, lanjutnya, Twitter membatasi penyebaran konten yang terkait aksi terorisme. Twitter secara aktif menutup akun yang terkait dengan kelompok militan ISIS yang memanfaatkan Twitter untuk menyebar pesan.
Kelompok macam ini disebut Costolo telah melanggar syarat penggunaan layanan Twitter dan melawan hukum di banyak negara tempat Twitter beroperasi.
Pengguna Twitter dari Indonesia saat ini tercatat ada 50 juta pengguna dan pertumbuhannya disebut sebagai yang terbesar. (adt)