Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fase pertama letusan Tambora terjadi sebelum 5 April 1815. Saat itu Tambora memuntahkan abu vulkanik. Lalu pada 5 April, Tambora mengeluarkan pumice alias batu apung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketinggian kolom letusan mencapai 43 kilometer dengan material berupa batu apung. Fase terakhir adalah pada 10-11 April 1815 dengan terjadinya tujuh kali aliran awan panas yang menyelimuti gunung sampai ke semenanjung Sanggar dan masuk ke lautan.
“Sedahsyat itu Merapi, hanya seperseribu Tambora,” kata Surono.
Estimasi Berlebihan
Besar volume letusan Tambora sebetulnya bervariasi berdasarkan hasil penelitian masing-masing ahli. Penelitian sejumlah ahli pada era 1855-1855 memperkirakan volume letusan Tambora mencapai 254-1.800 kilometer kubik.
Tapi perhitungan itu dianggap terlalu berlebihan. Penelitian yang relatif lebih baru, yaitu pada 1949 sampai 2014 mendapati angka 100-150 kilometer kubik.