Keterangan teks memberi petunjuk bahwa aksi tersebut dilakukan oleh peretas dari Bangladesh. Namun, hingga saat ini, belum ada kelompok peretas yang mengaku bertanggungjawab atas peretasan tersebut.
Kepada kantor berita Reuters, juru bicara Google mengindikasikan bahwa gangguan ini ada pada masalah domain Internet. Google telah meminta regulator nama domain Internet setempat, MYNIC, untuk menyelesaikan masalah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT